Promosi merupakan salah satu hal yang penting dalam pemasaran. Oleh karena itu banyak perusahaan yang mengecer melaksanakan promosi agar produk dan jasa yang dihasilkan dapat dikenal oleh masyarakat dimana pada akhirnya akan dapat meningkatkan volume penjualan produk.
Adapun pengertian promosi menurut para ahli di bidang pemasaran yaitu,
- Sigit (2002:53) “Promosi penjualan adalah setiap bentuk komunikasi yang digunakan oleh perusahaan (pemasar) untuk memberitahukan (informasi), membujuk, atau mengingatkan orang mengenai produk, jasa, bayangan (image), gagasan (ide) atau keterlibatan perusahaan dan masyarakat dengan maksud agar dapat menerima dan melakukan perbuatan sebagaimana yang dikehendaki oleh perusahaan (pemasar)”.
- Menurut Kotler dan Armstrong (2001:173), “Promosi penjualan adalah insentif jangka pendek untuk mendorong pembeli dari suatu produk atau jasa”.
- Menurut Simamorang (2001:285), “Promosi adalah suatu promosi yang persuasive, mengajak, mendesak, membujuk, dan meyakinkan orang-orang tentang produk yang dihasilkan organisasi individu, maupun rumah tangga dengan tujuan meningkatkan omzet penjualan perusahaan dan perusahaan dapat dikenal dalam masyarakat luas”.
Jadi dapat disimpulkan bahwa promosi adalah kegiatan yang terencana untuk merangsang atau membujuk, member informasi kepada konsumen agar mau bergerak untuk membeli. Hanya digunakan dalam jangka pendek sehingga dapat mendongkrak atau meningkatkan hasil penjualan.
A.
Fungsi Promosi
Promosi
yang dilakukan oleh perusahaan mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut:
a.
Mencari dan mendapatkan perhatian (attention)
dari calon pembeli. Perhatian calon pembeli harus diperoleh karena ini
merupakan titik awal proses pembelian barang dan jasa.
b.
Menciptakan dan menumbuhkan ketertarikan
(interest) pada diri calon pembeli.
c.
Mengembangkan rasa ingin tahu (desire) calom
pembeli untuk memiliki barang yang ditawarkan. Setelah seseorang tertarik maka
akan timbul rasa ingin memiliki.
B.
Tujuan Promosi
Tujuan dari
informasi menurut Dharmesta (2002:353) dapat dibedakan menjadi empat, yaitu :
a.
Modifikasi tingkah laku
Artinya ditinjau dari segi promosi yang berusaha untuk merubah tingkah
laku dan pendapat seseorang dengan jalan mempengaruhi dan membujuk untuk
mendorong seseorang untuk membeli barang atau jasa.
b.
Memberitahu
Diarahkan untuk memberitahu berbagai hal tentang barang atau jasa yang
ditawarkan, termasuk juga tentang perusahaan dan bantuan pemasaran.
c.
Membujuk
Dalam hal ini promosi penjualan diarahkan untuk merayu dan mempengaruhi
agar konsumen tertarik untuk membeli barang dan jasa yang ditawarkan, disamping
itu juga diarahkan untuk dapat merubah sikap dengan mempengaruhi tingkah laku
pembeli dengan memberikan informasi yang konferatif.
d.
Mengingatkan
Diarahkan untuk mengingatkan kembali konsumen guna mempertahankan merk
produk di hati masyarakat dan perlu dilakukan selama tahap kedewasaan di dalam
siklus kehidupan produk.
C.
Bentuk-Bentuk Promosi
Bentuk-bentuk
promotional mix menurut Rismiati dan Suratno (2001:255) yaitu:
a. Periklanan
Periklanan
merupakan bentuk lisan dan promosi nonpribadi tentang ide, barang dan jasa yang
dibayarkan oleh sponsor tertentu. Dalam periklanan produk, pemasang iklan
menyatakan kepada pasar tentang produk yang ditawarkan. Periklanan produk ini
dapat dibagi ke dalam:
a)
Primary demand advertising
Merupakan periklanan yang berusaha
mendorong permintaan untuk suatu jenis produk secara keseluruhan, tanpa
menyebutkan merk atau nama produsennya.
b)
Selective demand advertising
Selective demand advertising ini hamper
sama dengan primary demand advertising. Hanya bedanya dalam selective demand
advertising disebutkan merk dagang yang ditawarkan.
Selain primary demand advertising dan selective demand
advertising, periklanan produk ini juga dapat dikelompokkan ke dalam:
a)
Periklanan langsung
Kegiatan periklanan penjual langsung menginginkan adanya tanggapan yang
cepat dari iklannya.
b)
Periklanan tidak langsung
Periklanan yang dibuat untuk permintaan dalam jangka pendek.
b.
Personal selling
Personal
selling merupakan presentasi lisan dalam suatu percakapan dengan calom pembeli
atau lebih yang ditujukan untuk menciptakan penjualan. Tujuan personal selling:
a)
Mengarahkan para penjual
b)
Mengembangkan target pelanggan
c)
Menggunakan waktu penjualan secara efisien
d)
Memotivasi tenaga penjualan atau untuk merebut
pangsa pasar dengan cepat.
c.
Pemasaran langsung (Direct marketing)
Rancangan
pemasaran yang menggunakan satu atau beberapa media iklan untuk memperoleh
tanggapan yang terukur. Bentuknya dapat berupa pengiriman katalog, surat,
telepon, faksimili, atau email.
d.
Publisitas
Publisitas
merupakan pemberitahuan secara komersial di media masa atau sponsor nonpribadi
dengan tujuan untuk mendorong permintaan atas produk barang atau jasa atau ide
perusahaan.
e.
Promosi penjualan
Promosi
penjualan merupakan kegiatan pemasar selain periklanan, personal selling, dan
publisitas yang mendorong pembelian barang oleh konsumen. Kegiatan promosi
penjualan diantaranya pameran, peragaan, demonstaris, dan lain-lain.
Tujuan promosi penjualan:
a)
Bagi konsumen pengguna: mendorong penggunaan
lebih dari suatu produk dan menarik pengguna merek pesaing.
b) Bagi konsumen non-pengguna: mendorong agar mau
mencoba.
c)
Bagi para perantara penjualan: mendorong
peningkatan inventori dan stock, membangun loyalitas terhadap merek, dan
mengungguli promosi pesaing.
d)
Bagi penjualan: membantu memperkenalkan
produk-produk baru, model-model, dan meningkatkan prospek.
Teknik promosi Penjualan
a)
Kupon
b)
Kontes
c)
Paket gratis
d)
Stempel dan program lanjutan
e)
Diskon
f)
Hadiah pada produk
g)
Free in the mail premiums
h)
Self liquiditing premiums
i)
Pengembailan
j)
Kupon penjualan
k)
Potongan penjualan
l)
Contoh barang
Tujuan akhir dari promosi adalah untuk mendapatkan seseorang
untuk membeli suatu produk maupun jasa. Menurut lamb. et. al (2001:159) bahwa
untuk menjangkau tujuan promosi disebut dengan konsep AIDA, yaitu:
a)
Awarenses (kesadaran)
Pemasaran iklan harus pertama kali mencapai
kesadaran dengan target pasar. Sebuah perusahaan tidak dapat menjual sesuatu
jika pasar tidak tahu barang atau jasa tersebut.
b)
Interest (minat)
Kesadaran sederhana dari suatu merk jarang
mengarah pada suatu penjualan. Langkah berikutnya adalah menciptakan minat pada
suatu produk.
c)
Desire (keinginan)
Menciptakan preferensi merk dengan
menjelaskan keunggulan perbedaan produk tersebut dibandingkan pesaing.
d)
Action (tindakan)
Beberapa anggota pada target pasar ini
mungkin sekarang yakin untuk membeli tetapi masih harus membuat keputusan
membeli.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar