Rabu, 29 Februari 2012

PRICE


DEFINISI HARGA

Mason dan Ezell (1987)
“Price is the way a free enterprise society allocates scarce resources"
Buch dan Houston (1985)
"Price is the value assigned to the utility one receives from products or services. Usually price is the amount of money that is given up to acquire a given quantity of goods or service".  
Harga adalah sejumlah uang yang ditentukan perusahaan berdasarkan kalkulasi biaya yang dikeluarkan seperti biaya produksi atau biaya mendapatkan produk, biaya marketing, biaya operasional, keuntungan yang diinginkan perusahaan dan sesuatu lain yang diadakan perusahaan untuk memuaskan keinginan konsumen. Artinya, harga ditetapkan karena terdapat keinginan, kebutuhan dan daya beli konsumen.

PENETAPAN HARGA

Enam langkah untuk menetapkan harga, yaitu:
  1. Memilih tujuan penetapan harga
  2. Menentukan permintaan
  3. Memperkirakan biaya
  4. Menganalisis biaya, harga dan penawaran pesaing
  5. Memilih metode penetapan harga
  6. Memilih harga akhir
Faktor- faktor yang mempengaruhi penetapan harga, yaitu:
  1. Kondisi perekonomian
  2. Adanya permintaan dan penawaran
  3. Elastisitas pasar 
  4. Persaingan
  5. Biaya
  6. Tujuan perusahaan
  7. Pengawasan pemerintah

TUJUAN PENETAPAN HARGA

Tujuan penjual menetapkan harga produknya, yaitu: 
  1. Meningkatkan penjualan
  2. Mempertahankan atau memperbaiki market share
  3. Stabilitas harga
  4. Mencapai target pengembalian investasi
  5. Mencapai laba maksimum

STRATEGI PENETAPAN HARGA

Strategi penetapan harga menurut Kotler (2000:365), antara lain : 
1. Strategi Penetapan Harga Produk 
a). Penetapan harga meraup pasar adalah menetapkan harga tinggi untuk produk atau jasa baru agar dapat meraup pendapatan maksimal lapis demi lapis dari segmen yang bersedia membayar tinggi, perusahaan akan melakukan penjualan lebih sedikit tetapi mendapatkan lebih banyak laba.

b). Penetapan harga untuk penetrasi pasar adalah menetapkan harga rendah untuk produk baru agar menarik pembeli dalam jumlah besar. Volume penjualan yang tinggi menyebabkan turunnya biaya membuat perusahaan akan menurunkan biaya lebih jauh. 
2. Strategi Penetapan Harga Bauran Produk
a). Penetapan harga lini produk
Menetapkan lompatan harga antara jenis barang dalam satu lini produk. Menetapkan perbedaan harga antara berbagai produk dalam lini produk berdasarkan pada perbedaan biaya antara produk, penilaian pelanggaran atas sifat-sifat yang berbeda dengan harga pesaing.

b). Penetapan harga produk pilihan
Menetapkan harga produk pilihan atau tambahan yang dijual bersama dengan produk utama.

c). Penetapan harga produk terikat
Menetapkan harga produk yang harus digunakan bersama dengan produk utama.

d). Penetapan harga produk sampingan
Menetapkan harga untuk produk sampingan agar harga produk utama dapat lebih bersaing.

e). Penetapan harga paket produk
Menggabungkan beberapa produk dan penawaran paket dengan harga lebih murah. 
3. Strategi Penyesuaian Harga
a). Penetapan harga diskon dan pengurangan harga
Mengurangi harga untuk menghargai pelanggan yang memberikan respon seperti membayar lebih awal atau mempromosikan produk.

b). Penetapan harga tersegmentasi
Menyesuaikan harga agar ada perbedaan untuk pelanggan produk dan alokasi.

c). Penetapan harga psikologik
Pendekatan harga yang mempertimbangkan psikologi harga dan bukan hanya ekonomi harga yang dipakai untuk menyatakan sesuatu mengenai produk.

d). Penetapan harga promosi
Perusahaan sementara mengurangi harga untuk menarik penjualan jangka pendek.

e). Penetapan harga berdasarkan nilai
Menyesuaikan harga untuk menawarkan kombinasi yang tepat dari mutu dan pelayanan dengan harga yang wajar.

f). Penetapan harga geografik
Menyesuaikan harga untuk memperhitungkan lokasi geografik pelanggan.

g). Penetapan harga internasional
Menyesuaikan harga untuk pasar internasional.


Jadi, dalam penetapan harga terlebih dahulu harus menetapkan tujuan sehingga dapat menarik konsumen untuk membeli dan dapat menimbulkan kepuasan setelah melakukan pembelian. Maka dalam tujuan penetapan harga jual produsen harus menetapkan harga yang sesuai dengan pangsa pasar yang dituju sehingga harga tersebut dapat terjangkau dan dapat menimbulkan rasa puas pada diri konsumen atau pembeli, dimana harga yang ditentukan pun bersaing dengan para pesaingnya dengan menyesuaikan mutu produk, serta fasilitas dan pelayanan yang baik sehingga menetapkan harga yang wajar dan dapat diterima oleh pasar sehingga harga tersebut diterima oleh konsumen karena terjangkau dan para konsumen merasa puas dengan harga yang ditetapkan.


SUMBER :


Senin, 27 Februari 2012

Tugas Segmentasi Produk Grafika

Segmenting merupakan bagian dari strategi dasar marketing. Segmenting merupakan upaya pengelompokkan pasar berdasarkan dasar- dasar segementasi. Proses segmentasi sangat bergantung pada karakter dan sifat dari  barang atau jasa.

Dalam tugas kali ini, akan mensegmentasi produk yaitu Fountain Solution.
Contohnya Fountain Solution Saphira, segmentasinya marketnya kemungkinan perusahaan baru yang akan merintis usaha dengan kemampuan ekonomi menengah. Dengan kestabilan dan daya tahan yang baik terhadap tinta.

Rabu, 22 Februari 2012

PRODUK

DEFINISI PRODUK



Kotler dan Amstrong (1996:274) : 
“A product as anything that can be offered to a market for attention, acquisition, use or consumption and that might satisfy a want or need” 
Stanton, (1996:222) : 
“A product is asset of tangible and intangible attributes, including packaging, color, price quality and brand plus the services and reputation of the seller”
Tjiptono (1999:95) :
"Produk adalah pemahaman subyektif dari produsen atas “sesuatu” yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli"  

TINGKATAN PRODUK


Menurut Kotler (2003:408) ada lima tingkatan produk, yaitu core benefit, basic product, expected product, augmented product dan potential product. Penjelasan tentang kelima tingkatan produk adalah :
  1. Core benefit (namely the fundamental service of benefit that costumer really buying) yaitu manfaat dasar dari suatu produk yag ditawarkan kepada konsumen.
  2. Basic product (namely a basic version of the product) yaitu bentuk dasar dari suatu produk yang dapat dirasakan oleh panca indra.
  3. Expected product (namely a set of attributes and conditions that the buyers normally expect and agree to when they purchase this product) yaitu serangkaian atribut-atribut produk dan kondisi-kondisi yang diharapkan oleh pembeli pada saat membeli suatu produk.
  4. Augmented product (namely that one includes additional service and benefit that distinguish the company’s offer from competitor’s offer) yaitu sesuatu yang membedakan antara produk yang ditawarkan oleh badan usaha dengan produk yang ditawarkan oleh pesaing.
  5. Potential product (namely all of the argumentations and transformations that this product that ultimately undergo in the future) yaitu semua argumentasi dan perubahan bentuk yang dialami oleh suatu produk dimasa datang.
KLASIFIKASI PRODUK

Banyak klasifikasi suatu produk yang dikemukakan ahli pemasaran, diantaranya pendapat yang dikemukakan oleh Kotler. Menurut Kotler (2002,p.451), produk dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, yaitu:
  1. Berdasarkan wujudnya, dikelompokkan menjadi dua yaitu barang dan jasa.
  2. Berdasarkan aspek daya tahannya, dikelompokkan menjadi dua yaitu barang tidak tahan lama dan barang tahan lama.
  3. Berdasarkan tujuan konsumsi yaitu didasarkan pada siapa konsumennya dan untuk apa produk itu dikonsumsi, maka produk diklasifikasikan menjadi dua, yaitu barang konsumsi dan barang industri.
ATRIBUT PRODUK

Atribut- atribut produk adalah sesuatu yang melengkapi manfaat utama produk sehingga mampu lebih memuaskan konsumen. Atribut produk meliputi merk (brand), pembungkusan (packaging), garansi (warranty) dan produk tambahan (service). Atribut produk dapat dipandang secara obyektif maupun konsumen.

SIKLUS HIDUP PRODUK

Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini yaitu suatu grafik yang menggambarkan riwayat produk sejak diperkenalkan ke pasar sampai dengan ditarik dari pasar . Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini merupakan konsep yang penting dalam pemasaran karena memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatu produk. Konsep ini dipopulerkan oleh levitt (1978) yang kemudian penggunaannya dikembangkan dan diperluas oleh para ahli lainnya. Pada umumnya yang digunakan adalah penggolongan ke dalam empat tahap, yaitu introduction, growth, maturity dan decline.

  1. Tahap perkenalan (introduction). Pada tahap ini, barang mulai dipasarkan dalam jumlah yang besar walaupun volume penjualannya belum tinggi. Barang yang di jual umumnya barang baru (betul-betul baru) Karena masih berada pada tahap permulaan, biasanya ongkos yang dikeluarkan tinggi terutama biaya periklanan. Promosi yang dilakukan memang harus agfesif dan menitikberatkan pada merek penjual. Di samping itu distribusi barang tersebut masih terbatas dan laba yang diperoleh masih rendah.
  2. Tahap pertumbuhan (growth). Dalam tahap pertumbuhan ini, penjualan dan laba akan meningkat dengan cepat. Karena permintaan sudah sangat meningkat dan masyarakat sudah mengenal barang bersangkutan, maka usaha promosi yang dilakukan oleh perusahaan tidak seagresif tahap sebelumnya. Di sini pesaing sudah mulai memasuki pasar sehingga persaingan menjadi lebih ketat. Cara lain yang dapat dilakukan untuk memperluas dan meningkatkan distribusinya adalah dengan menurunkan harga jualnya.
  3. Tahap kedewasaan (maturity). Pada tahap kedewasaan ini kita dapat melihat bahwa penjualan masih meningkat dan pada tahap berikutnya tetap. Dalam tahap ini, laba produsen maupun laba pengecer mulai turun. Persaingan harga menjadi sangat tajam sehingga perusahaan perlu memperkenalkan produknya dengan model yang baru. Pada tahap kedewasaan ini, usaha periklanan biasanya mulai ditingkatkan lagi untuk menghadapi persaingan.
  4. Tahap kemunduran (decline) Hampir semua jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan selalu mengalami kekunoan atau keusangan dan harus di ganti dengan barang yang baru. Dalam tahap ini, barang baru harus sudah dipasarkan untuk menggantikan barang lama yang sudah kuno. Meskipun jumlah pesaing sudah berkurang tetapi pengawasan biaya menjadi sangat penting karena permintaan sudah jauh menurun.Apabila barang yang lama tidak segera ditinggalkan tanpa mengganti dengan barang baru, maka perusahaan hanya dapat beroperasi pada pasar tertentu yang sangat terbatas' Altematif-alternatif yang dapat dilakukan oleh manajemen pada saat penjualan menurun antara lain: 
a. Memperbarui barang (dalam arti fungsinya).
b. Meninjau kembali dan memperbaiki progrcm pemasaran serta program produksiny a agar lebih efisien.
c. Menghilangkan ukuran, warna, dan model yang kurang baik.
d. Menghilangkan sebagian jenis barang untuk mencapai laba optimum pada barang yang sudah ada.
e. Meninggalkan sama sekali barang tersebut.

KUALITAS PRODUK

Kotler and Armstrong (2004, p.283) 
Kualitas produk adalah “The ability of a product to perform its functions, it includes the product’s overall durability, reliability, precision, ease of operation and repair, and other valued attributes”.
Yang artinya kemampuan sebuah produk dalam memperagakan fungsinya, hal itu termasuk keseluruhan durabilitas, reliabilitas, ketepatan, kemudahan pengoperasian dan reparasi produk juga atribut produk lainnya.

DIMENSI KUALITAS PRODUK

Menurut Mullins, Orville, Larreche, dan Boyd (2005, p.422) apabila perusahaan ingin mempertahankan keunggulan kompetitifnya dalam pasar, perusahaan harus mengerti aspek dimensi apa saja yang digunakan oleh konsumen untuk membedakan produk yang dijual perusahaan tersebut dengan produk pesaing. Dimensi kualitas produk tersebut terdiri dari :
  1. Performance (kinerja), berhubungan dengan karakteristik operasi dasar dari sebuah produk
  2. Durability (daya tahan), yang berarti berapa lama atau umur produk yang bersangkutan bertahan sebelum produk tersebut harus diganti. Semakin besar frekuensi pemakaian konsumen terhadap produk maka semakin besar pula daya tahan produk.
  3. Conformance to specifications (kesesuaian dengan spesifikasi), yaitu sejauh mana karakteristik operasi dasar dari sebuah produk memenuhi spesifikasi tertentu dari konsumen atau tidak ditemukannya cacat pada produk.
  4. Features (fitur), adalah karakteristik produk yang dirancang untuk menyempurnakan fungsi produk atau menambah ketertarikan konsumen terhadap produk.
  5. Reliabilty (reliabilitas), adalah probabilitas bahwa produk akan bekerja dengan memuaskan atau tidak dalam periode waktu tertentu. Semakin kecil kemungkinan terjadinya kerusakan maka produk tersebut dapat diandalkan.
  6. Aesthetics (estetika), berhubungan dengan bagaimana penampilan produk bisa dilihat dari tampak, rasa, bau, dan bentuk dari produk.
  7. Perceived quality (kesan kualitas), sering dibilang merupakan hasil dari penggunaan pengukuran yang dilakukan secara tidak langsung karena terdapat kemungkinan bahwa konsumen tidak mengerti atau kekurangan informasi atas produk yang bersangkutan. Jadi, persepsi konsumen terhadap produk didapat dari harga, merek, periklanan, reputasi, dan Negara asal.


Senin, 13 Februari 2012

Segmentasi Pasar dan Targeting

Segmentasi pasar adalah membagi sebuah pasar ke dalam kelompok-kelompok pembeli yang khas berdasarkan kebutuhan, karakteristik atau perilaku yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang terpisah. 


Dasar - Dasar Segmentasi
adalah faktor- faktor yang meempengaruhi tuntutan atau respon pelanggan yang berbeda. Faktor- faktor tersebut adalah :

  1. Geografis, pembagian pasar dunia ke dalam daerah geografis seperti wilayah, ukuran, kota, kepadatan penduduk dan iklim.
  2. Demografis, pembagian pasar berdasarkan karakteristik populasi yang dapat diukur seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, agama dan kebangsaan.
  3. Psychografis, pembagian pasar ini melibatkan pengelompokkan orang- orang dalam hal perilaku personal, kelas sosial dan gaya hidup.
  4. Perilaku, pembagian pasar ini lebih fokus kepada apakah seseorang membeli atau menggunakan suatu produk tertentu, seberapa sering dan seberapa banyak mereka menggunakannya. Dapat dibagi ke dalam dua kelompok yaitu usage rates dan user status. 

Manfaat Segmentasi Pasar 
  1. Mendesain produk yang lebih responsif terhadap kebutuhan pasar.
  2. Menganalisis pasar.
  3. Menemukan peluang.
  4. Menguasai posisi superior & kompetitif.
  5. Menentukan strategi promosi yang efektif & efisien.

Persyaratan supaya Segmentasi Efektif

  1. Terukur
  2. Dapat dijangkau
  3. Substansial
  4. Dapat dibedakan
  5. Dapat dilakukan tindakan tertentu


Targeting
Merupakan suatu kegiatan dalam mengevaluasi dan membandingkan kelompok yg sudah teridentifikasi untuk kemudian dipilih satu atau beberapa yang memiliki potensi tertinggi

Kriteria Dasar Targeting 
  1. Ukuran segmen dan potensi pertumbuhan
  2. Persaingan
  3. Sesuai dan layak
Kegiatan Targeting
  1. Mengevaluasi segmen pasar, ada tiga hal yang perlu diperhatikan yaitu ukuran dan pertumbuhan segmen, daya tarik structural segmen dan tujuan dan sumber daya perusahaan.        
  2. Memilih segmen pasar ada tiga jenis yaitu pemasaran tanpa diferensiasi, pemasaran yang terdiferensiasi dan pemasaran terkonsentrasi. 
  3. Memilih strategi peliput pasar, hal- hal yang perlu diperhatikan yaiu sumber daya yang dimiliki perusahaan, tahapan produk dalam daur hidup, homogenitas pasar dan strategi pemasaran yang dilakukan pesaing.
-       Sumber : 
  1. http://mp2globalmarketing.files.wordpress.com/2008/06/pertemuan-8-segmentasi-targeting-posisioning.ppt
  2. http://ahim.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/7964/BAB+IV.+SEGMENTASI+PASAR.doc  



Selasa, 07 Februari 2012

Pemasaran?

Pemasaran, kata ini sudah sering kita dengar. Pemasaran identik dengan mempromosikan suatu produk dengan media iklan di media cetak, elektronik dan digital. Sebenarnya, apa itu pemasaran?

Definisi Pemasaran 

Beberapa definisi pemasaran menurut beberapa ahli yaitu :
  1. Philip Kotler, Pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran.
  2. Asosiasi Pemasaran Amerika Serikat, Pemasaran adalah pelaksanaan kegiatan usaha perdagangan yang diarahkan pada aliran barang dan jasa dari produsen dan konsumen. 
  3. Philip Kotler dan Armstrong, Pemasaran adalah suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain. 
  4. W. Stanson,  Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli maupun pembeli potensial.                                                                                                                                     
Jadi, berdasarkan definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pemasaran adalah proses kegiatan pendistribusian barang dan jasa kepada konsumen sesuai kebutuhan dan keinginan konsumen untuk mencapai tujuan perusahaan untuk mencapai laba maksimal. 


Konsep Pemasaran 

Ada 5 konsep yang umum digunakan dalam pemasaran, yaitu :
  1. Konsep Produksi, Dalam konsep ini, perusahaan yakin bahwa pelanggan akan tertarik pada produk massal dengan harga murah.
  2. Konsep Produk, Dalam konsep ini, perusahaan yakin bahwa pelanggan tidak mementingkan harga produk melainkan kualitas dan fitur yang canggih.
  3. Konsep Penjualan, Dalam konsep ini, perusahaan yakin bahwa harus ada usaha penjualan dan promosi yang gencar jika ingin produknya laku di pasaran.
  4. Konsep Pemasaran, Dalam konsep ini, perusahaan yakin bahwa jika ingin produknya laku di pasaran dan mendapat laba yang tinggi maka harus mebuat hal yang inovatif dan lebih "wah" dari kompetitornya dalam hal menciptakan, mengkomunikasikan produknya pada target pasar.
  5. Konsep Pemasaran Sosial, Dalam konsep ini, perusahaan tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar dan memuaskan pelanggan dengan spesifikasi produk yang dibuatnya tapi juga membuat pembelinya tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk menikmati produknya. 

Referensi

Senin, 06 Februari 2012

Mata kuliah ini mengingatkan saya pada..

Sedikit flashback ke zaman SMA... SMA di daerah gw mewajibkan sekolah untuk menyisipkan pelajaran muatan lokal yang tujuannya sebagai penunjang dari pelajaran inti kaya Matek, English dll. Kalo di sekolah lain tuh biasanya diisi sama Bahasa Jepang, Mandarin, Jerman, n Arab.. tapii yang "unique" dari sekolah gw pelajaran Mulok yang dikasih namanya "Manajemen Teknik Industri" dan Bahasa Jepang. Bahasa Jepang masih bisa diraba-raba dikit. Naahh yang atunya, Manajemen Teknik Industri.. apaan tuh? yang ada di pikiran gw saat itu... akan belajar tentang apa? belajar tentang pabrik kah? belajar jadi manajer pabrik kah? hehe.. maklum daerah gw tuh kawasan industri, jadi mindset gw ya ga jauh jauh dari pabrik..

Ternyaataaa... Manajemen Teknik Industri itu belajar tentang 6 komponen dasar manajemen, administrasi, merancang pabrik, alur produksi yang efisien, dan bagian- bagian dalam sebuah perusahaan dll. Memang hanya belajar kulitnya saja, tapi ilmu yang sedikit itu sangat berguna. Tidak hanya untuk temen gw yang menjadi  pewaris tunggal peternakan ayam bapaknya atau temen gw yang berusaha menghidupkan tambak lele ngkongnya yang bangkrut.. tapi buat lulusan SMA yang mau langsung kerja, InsyaAllah akan diterima di posisi yang lebih baik karena dasar ilmu manajemen yang dia punya. Pertimbangan perusahaan.. "Ngapain gw ngegaji S1/D3 kalo ternyata lulusan SMA juga kaga bego- bego amat.." 

Nah, keuntungannya buat gw adalaaaahhh... saat gw kuliah di jurusan yang memungkinkan lulusannya untuk berwirausaha, ilmu Manajemen Teknik Industri ini sangat berguna loh teman- teman... Apalagi bila di-compare dengan mata kuliah Ekonomi Perusahaan dan mata kuliah lain yang menjadi dasar saya membuat blog ini... hmmmhmm.. Manajemen Pemasaran.. waaahhh Lengkap sudah softskill yang dimiliki untuk membuat sebuah perubahan besar dalam diri saya... Tinggal bagaimana serius mempelajarinya dan memanfaatkan ilmu itu buat masa depan cerah.. hahahaha.. :D